Tampilkan postingan dengan label Veronica Ratna Ningrum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Veronica Ratna Ningrum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Pentingnya Kemasan Sebuah Produk

sumber gambar

      Tidak bisa dipungkiri bahwa packaging/kemasan dari produk kita dapat menjadi hal penting yang harus kita perhatikan. Seperti istilah "dari mata turun ke hati", calon konsumen kita akan melihat kemasan produknya terlebih dahulu. Maka kemasan produk akan menjadi penentu apakah konsumen akan mencoba dan akhirnya setia pada produk kita atau berlalu begitu saja saat melihat produk tersebut. Kemasan yang mencolok, dengan nama merk jelas, biasanya lebih mudah diingat oleh konsumen dan dianggap lebih bermutu. Padahal sebenarnya, belum tentu kualitas produk tanpa kemasan bagus itu lebih rendah dibandingkan yang dikemas menarik.
      “Itulah dampak dari cara penyajian sebuah produk. Konsumen menilai layak tidaknya harga dan kualitas sebuah produk dari kemasannya,” ujar Veronica Ratna Ningrum, WomanMarketer yang juga pemilik PT Masterindo Multiguna, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi marketing. Menurut Veronica, desain kemasan produk adalah salah satu unsur yang seharusnya tidak diabaikan oleh para pebisnis. Secara psikologis, penampilan yang menarik akan mengundang lebih banyak perhatian dari orang lain, dan secara umum hal ini juga berlaku untuk produk barang maupun jasa. “Menyiapkan kemasan sebuah produk, perlu direncanakan dengan teliti. Sebab ini menyangkut tentang bagaimana Anda bisa memenangkan perhatian konsumen dan melekatkan image produk Anda dalam benak mereka,” ujar Veronica lagi.
      Veronica, yang telah sukses membuat menarik kemasannya melalui Personal Branding Agency, Indscript Creative ini mengatakan bahwa ada beberapa unsur yang menurutnya penting untuk diperhatikan saat membuat perencanaan kemasan produk antara lain adalah:
  1. Warna. Warna memiliki efek besar terhadap aspek emosional konsumen. Itu sebabnya, setiap perancang kemasan maupun desainer, sangat memperhatikan pengaruh warna terhadap sebuah produk. Warna merah dan kuning, misalnya. Dua warna itu kerap digunakan dalam kemasan makanan atau warna dinding restoran, sebab dapat membantu memancing selera makan. Sementara warna biru dan hijau, kerap digunakan dalam kemasan makanan sehat atau organik, karena menimbulkan kesan natural serta menyehatkan.
  2. Desain. Pemilihan bentuk kemasan, turut mempengaruhi kesan yang ditimbulkan. Perhatikanlah desain botol parfum dari merk-merk ternama. Akan terlihat bahwa mereka tidak sembarangan menentukan desain botol dan kotak pembungkusnya. Setiap botol menimbulkan kesan tertentu sesuai dengan citra yang diinginkan. Misalnya kesan elegan, berkharisma, ceria, dan sebagainya.
  3. Logo. Logo seringkali dianggap remeh oleh pemilik bisnis. Padahal sebenarnya, logo memiliki kekuatan untuk menimbulkan kesan tersendiri bagi konsumen. Sebuah kotak kemasan kue yang putih polos, akan tampil mewah dan elegan hanya dengan tempelan logo berdesain indah yang dicetak pada stiker warna emas. Sebaliknya, logo yang terlalu rumit, bisa menimbulkan kesan berantakan dan berat.
  4. Bahan. Pemilihan bahan turut menentukan sisi estetika kemasan. Pertimbangkanlah jenis materialnya; seperti mika, kertas, kain. Pertimbangkan pula motif serta asesoris pendukung, agar dapat menunjang penampilan produk kita.
    Tentunya kita dapat mengkonsultasikan pula mengenai kemasan produk kita pada konsultan marketing yang kita percayai, tak terkecuali pada seorang konsultan marketing handal, Veronica ratna Ningrum.

Bagaimana Konsumen Menilai Produk Anda

sumber gambar
     Jika Anda pergi berbelanja, cobalah bandingkan harga sebuah apel Fuji yang dikemas dengan styrofoam warna merah jambu, dengan apel lokal yang ditumpuk begitu saja. Coba pula bandingkan harga deterjen bubuk yang kemasannya putih sederhana, dengan yang kemasannya berwarna cerah dan menarik. Bandingkan harganya, dan amati perilaku konsumen yang membeli produk tersebut.
     Anda pasti akan melihat bahwa meskipun produknya sama atau nyaris serupa, namun harga bisa berbeda jauh. Apel Fuji yang berwarna semu kemerahan itu terlihat lebih menarik, dan harganya sedikit lebih mahal daripada apel biasa yang tanpa kemasan. Demikian pula dengan deterjen bubuk. Kemasan yang mencolok, dengan nama merk jelas, biasanya lebih mudah diingat oleh konsumen dan dianggap lebih bermutu. Padahal sebenarnya, belum tentu kualitas produk tanpa kemasan bagus itu lebih rendah dibandingkan yang dikemas menarik.
     “Itulah dampak dari cara penyajian sebuah produk. Konsumen menilai layak tidaknya harga dan kualitas sebuah produk dari kemasannya,” ujar Veronica Ratna Ningrum, WomanMarketer yang juga pemilik PT Masterindo Multiguna, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi marketing.
     Menurut Veronica, desain kemasan produk adalah salah satu unsur yang seharusnya tidak diabaikan oleh para pebisnis. Secara psikologis, penampilan yang menarik akan mengundang lebih banyak perhatian dari orang lain, dan secara umum hal ini juga berlaku untuk produk barang maupun jasa. “Menyiapkan kemasan sebuah produk, perlu direncanakan dengan teliti. Sebab ini menyangkut tentang bagaimana Anda bisa memenangkan perhatian konsumen dan melekatkan image produk Anda dalam benak mereka,” ujar Veronica lagi.
     
Beberapa unsur yang menurutnya penting untuk diperhatikan saat membuat perencanaan kemasan produk antara lain adalah:
  1. Warna. Warna memiliki efek besar terhadap aspek emosional konsumen. Itu sebabnya, setiap perancang kemasan maupun desainer, sangat memperhatikan pengaruh warna terhadap sebuah produk. Warna merah dan kuning, misalnya. Dua warna itu kerap digunakan dalam kemasan makanan atau warna dinding restoran, sebab dapat membantu memancing selera makan. Sementara warna biru dan hijau, kerap digunakan dalam kemasan makanan sehat atau organik, karena menimbulkan kesan natural serta menyehatkan.
  2. Desain. Pemilihan bentuk kemasan, turut mempengaruhi kesan yang ditimbulkan. Perhatikanlah desain botol parfum dari merk-merk ternama. Akan terlihat bahwa mereka tidak sembarangan menentukan desain botol dan kotak pembungkusnya. Setiap botol menimbulkan kesan tertentu sesuai dengan citra yang diinginkan. Misalnya kesan elegan, berkharisma, ceria, dan sebagainya.
  3. Logo. Logo seringkali dianggap remeh oleh pemilik bisnis. Padahal sebenarnya, logo memiliki kekuatan untuk menimbulkan kesan tersendiri bagi konsumen. Sebuah kotak kemasan kue yang putih polos, akan tampil mewah dan elegan hanya dengan tempelan logo berdesain indah yang dicetak pada stiker warna emas. Sebaliknya, logo yang terlalu rumit, bisa menimbulkan kesan berantakan dan berat.
  4. Bahan. Pemilihan bahan turut menentukan sisi estetika kemasan. Pertimbangkanlah jenis materialnya; seperti mika, kertas, kain. Pertimbangkan pula motif serta asesoris pendukung, agar dapat menunjang penampilan produk Anda.
Press Release VR/III-04/30-Mei/2013

Rabu, 05 Juni 2013

Tips Mempersiapkan Business Plan

sumber gambar
     Setiap orang yang hendak menjalankan sebuah bisnis, perlu mempersiapkan rencananya dengan matang, melalui sebuah Business Plan. Sebab, tanpa adanya perencanaan yang teliti, besar kemungkinan bisnis tersebut mudah gulung tikar atau tidak mampu bertahan lama. Dunia bisnis adalah dunia yang sarat dengan tantangan. Memiliki produk bagus saja tidak cukup. Memiliki mental baja pun tidak selalu menjadi kunci keberhasilan. Kita memerlukan informasi yang cukup tentang segmen pasar yang dituju, berikut perencanaan menyeluruh bagi bisnis yang akan dijalankan.
     Veronica Ratna Ningrum, seorang Konsultan Marketing yang sudah cukup lama menggeluti dunia marketing terutama di sektor perbankan ini, memaparkan sejumlah tips penting saat mempersiapkan sebuah Business Plan:
  1. Pahami terlebih dahulu tipe klien serta kesesuaiannya dengan produk Anda. Dengan mendeskripsikan secara jelas tentang produk dan segmen klien yang hendak dituju, Anda akan memiliki gambaran yang jelas tentang prospek pemasaran produk tersebut.
  2. Kenali siapa kompetitor Anda. Setiap usaha, seunik apapun, pasti berpeluang mengundang kompetisi. Untuk itu, Anda perlu memahami siapa saja yang menjadi kompetitor Anda, seperti apa kualitas produk mereka, apa kelebihan dan kekurangan mereka. Deskripsikan dengan jelas tentang apa kelebihan yang Anda miliki, baik dari segi produk, layanan, pemasaran, dan sebagainya. Lalu bandingkan, dan tetapkan strategi yang paling pas agar produk Anda bisa bersaing di pasaran.
  3. Deskripsikan dengan jelas tentang bisnis Anda; mulai dari lokasi, sektor yang digarap, bentuk produk dan layanan, modal dan investasi lainnya, analisa pasar, proyeksi laba atau kembalinya modal, manajemen, dan strategi pemasarannya.
  4. Buatlah Business Plan dengan rapi dan profesional. Gunakan jasa seorang konsultan marketing untuk membantu mempersiapkan Business Plan tersebut sebaik mungkin. Business Plan yang rapi, mudah dibaca dan dipahami, serta jelas parameternya, akan menjadi penentu awal sukses tidaknya sebuah bisnis.
  5. Jika bisnis Anda memerlukan tambahan dana dari para penyedia bantuan modal, konsultasikan terlebih dahulu dengan konsultan marketing Anda tentang untung ruginya, serta sumber penyedia modal yang paling tepat. Bantuan modal umumnya mensyaratkan timbal balik, jadi pastikan bahwa perusahaan Anda dapat memberikan solusi yang memuaskan, baik bagi penyedia modal maupun bagi bisnis Anda sendiri.
  6. Terakhir, Veronica yang juga adalah CEO dari PT Masterindo Multiguna ini menyarankan, selalu siapkan alternatif, untuk mengantisipasi jika perencanaan pertama mengalami hambatan. Dalam dunia bisnis, hambatan bisa muncul secara tak terduga. Untuk itu, selalu siapkan payung sebelum hujan, dengan cara mempersiapkan Business Plan Anda secermat mungkin.
 Press Release VR/III-03/22-Mei/2013

Selasa, 04 Juni 2013

Siapa Pelanggan Utama Anda?

     Memahami karakteristik pelanggan utama adalah salah satu syarat kesuksesan sebuah bisnis. Demikian yang dikatakan oleh Veronica Ratna Ningrum. Veronica adalah seorang WomanMarketer yang telah sukses menangani berbagai program marketing bagi sejumlah lembaga perbankan, baik bank nasional maupun bank asing.
sumber gambar
     Veronica yang juga CEO dari PT Masterindo Multiguna yang bergerak di bidang konsultan marketing ini, mengatakan lebih lanjut, “Memahami karakteristik pelanggan ini sangat penting, sebab tanpa itu, kita tidak mungkin dapat menentukan strategi marketing dan memberikan layanan terbaik bagi mereka.”
Menurut Veronica, ada sejumlah karakteristik pelanggan utama yang perlu diketahui oleh setiap pelaku bisnis, yakni:
  • Informasi dasar tentang pelanggan: siapa mereka, kisaran usia, kisaran penghasilan, lokasi tempat tinggal, atau lokasi bisnisnya. Milikilah database pelanggan yang tersistem dengan rapi, yang berisi semua informasi dasar tersebut beserta alamat kontak mereka. Kontak mereka dibutuhkan untuk tetap dapat berinteraksi dengan baik dan memberikan informasi terkini tentang sesuatu yang baru dari perusahaan Anda.
  • Bidang atau bisnis yang mereka jalankan, termasuk siapa saja klien mereka, dan bagaimana mereka menjalankan bisnis tersebut. Dengan demikian, Anda akan tahu layanan jasa atau produk seperti apa yang tepat bagi mereka.
  • Hal-hal yang mereka sukai. Masing-masing pelanggan memiliki kesukaan atau hobi yang unik. Jika kita memahami apa yang mereka sukai, akan mudah untuk merancang program rewards atau program marketing lainnya guna membentuk loyalitas pelanggan.
  • Problem yang mereka hadapi. Setiap pebisnis, termasuk kita, tidak semata-mata menawarkan sebuah produk atau jasa kepada konsumen. Namun kita juga menawarkan solusi bagi problem yang dihadapi pelanggan. Dengan memahami problem mereka, kita dapat merancang program maupun produk yang lebih tepat.
       Bagi Veronica, memahami siapa pelanggan utama bisnisnya, adalah bagian yang tak terpisahkan dari prinsip menjadikan konsumen sebagai raja. Lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) jurusan Manajemen yang meneruskan ilmu hingga ke Illinois-AS ini, senantiasa menekankan perlunya memperhatikan kebutuhan konsumen dan memberikan layanan terbaik. “Sebab sukses tidaknya sebuah bisnis, sangat tergantung dari cara kita menghadapi konsumen,” 
 Press Release VR/III-01/30-Apr/2013

Bagaimana Mempersiapkan Sebuah Business Plan?

sumber gambar
     Dalam memulai sebuah bisnis tentunya kita harus membuat persiapan yang matang melalui sebuah business plan yang detil dan terukur. Ini semua agar bisnis kita mampu bertahan lama dan tangguh menghadapi egala tantangan di hadapannya. Selain tentunya produk yang bagus dan mental yang kuat, kita juga perlu mengetahui hal yang jelas tentang segmen pasar yang menjadi sasaran kita dan perencanaan-perencanaan yang menyeluruh bagi kelangsungan bisnis kita.
         Seperti yang dipaparkan Veronica Ratna Ningrum dalam press release Personal Branding Agency, Indscript Creative, bahwa untuk membuat sebuah business plan pun diperlukan persiapan diantaranya :
  1. Kita harus memahami tipe segmen pasar kita dan kesesuaiannya dengan produk kita agar kita memiliki gambaran yang jelas mengenai prosepek pemasaran produk kita.
  2. Kita harus mengenali siapa saja kompetitor kita, bagaimana kualitas produk mereka, kelebihan dan kekurangan mereka, kelebihan yang kita miliki dan perbandingannya dengan kompetitor agar kita bisa menetapkan strategi yang paling tepat agar produk kita mampu bersaing dipasaran.
  3. Kita harus mendeskripsikan dengan jelas tentang bisnis kita; mulai dari lokasi, sektor yang digarap, bentuk produk dan layanan, modal dan investasi lainnya, analisa pasar, proyeksi laba atau kembalinya modal, manajemen, dan strategi pemasarannya.
  4. Gunakanlah jasa seorang konsultan marketing untuk membantu mempersiapkan Business Plan kita sebaik mungkin karena akan berpengaruh sebagai penentu awal kesuksesan bisnis kita.
  5. Jika bisnis kita memerlukan tambahan dana dari para penyedia bantuan modal, konsultasikan terlebih dahulu dengan konsultan marketing tentang untung ruginya, serta sumber penyedia modal yang paling tepat. Bantuan modal umumnya mensyaratkan timbal balik, jadi pastikan bahwa perusahaan dapat memberikan solusi yang memuaskan, baik bagi penyedia modal maupun bagi bisnis kita sendiri.
  6. Veronica Ratna Ningrum yang juga adalah CEO dari PT Masterindo Multiguna ini menyarankan, selalu siapkan alternatif, untuk mengantisipasi jika perencanaan pertama mengalami hambatan. Dalam dunia bisnis, hambatan bisa muncul secara tak terduga. Untuk itu, selalu siapkan payung sebelum hujan, dengan cara mempersiapkan Business Plan kita secermat mungkin.

Minggu, 26 Mei 2013

Peran Konsultan Marketing bagi Kesuksesan Sebuah Bisnis

     Jika Anda berniat menjadi seorang pebisnis, jadilah seorang pebisnis yang sejati. Itulah yang disarankan oleh konsultan marketing perempuan yang namanya semakin dikenal oleh media massa, yakni Veronica Ratna Ningrum. Menurutnya, menjalankan sebuah bisnis tentunya harus disertai dengan banyak pertimbangan dan perencanaan langkah yang pasti dan tepat. Karena hal ini akan menentukan keberhasilan dari bisnis yang dijalankan.
     “Menjalankan bisnis tidak semata-mata hanya seperti pedagang, yang memproduksi produk dan menjualnya kepada konsumen. Dalam banyak hal, produsen atau pebisnis membutuhkan campur tangan seorang konsultan untuk membuat produknya disukai oleh konsumen dan laku di pasaran,” ujar Veronica.
      Sosok seorang konsultan marketing memang lebih banyak berada di balik layar, namun perannya sangat penting dalam menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis. Konsultanlah yang mengarahkan pihak produsen untuk melakukan sejumlah langkah yang berkaitan dengan proses produksi barang hingga strategi penjualan. Pada tahap awal produksi barang, konsultan bertindak sebagai pengarah saat menentukan bentuk dan kemasan barang yang diproduksi. Ia akan memberi masukan tentang apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, tipe konsumen, serta segmen pasar berdasarkan hasil riset dan observasi.
      Selanjutnya, pada tahap pemasaran, konsultan akan mendampingi sang produsen atau pemilik bisnis untuk menentukan strategi pemasaran barang. Menentukan strategi pemasaran sangat diperlukan, sebab tanpa itu, produsen akan mengalami hambatan dalam menjual barangnya sekalipun kualitasnya bagus. Konsultan akan mempelajari apa saja celah dan ide yang bisa dimanfaatkan untuk membuat produk tersebut dapat laku keras di pasaran serta tampil sebagai trend. Dan selanjutnya, ia akan merancang strategi pemasaran yang paling tepat.
     Seorang konsultan marketing tidak hanya bertindak sebagai pendamping bagi kliennya. Ia juga menjadi sumber ide tentang bagaimana sebuah bisnis harus dijalankan, produk apa yang dapat dikembangkan lebih lanjut, bagaimana memangkas biaya yang tidak perlu, serta bagaimana membuat konsumen merasa lekat dan loyal terhadap sebuah produk. “Banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika seorang pemilik bisnis memanfaatkan jasa Konsultan Marketing. Mereka tidak perlu harus memikirkan segalanya sendiri, karena ada konsultan yang dapat berperan sebagai partner guna mengembangkan bisnisnya,” ujar Veronica.
sumber gambar
      Sebagai seorang Konsultan Marketing, Veronica menyadari bahwa perannya sangat vital bagi kesuksesan bisnis kliennya. Untuk itu, dia selalu menyediakan waktu untuk memperdalam ilmu dalam hal Marketing dan Bisnis. Baginya, itu penting dilakukan oleh setiap konsultan, karena dunia marketing sangat dinamis dan sarat perubahan. “Tanpa mengasah ilmu, kita akan tertinggal jauh. Dan lagipula, seorang konsultan yang baik tentu akan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik pula pada kliennya. Seorang konsultan yang haus ilmu dan selalu berinovasi, adalah asset besar bagi kesuksesan sebuah bisnis,” ujar perempuan muda yang sudah menangani program marketing dari beberapa lembaga perbankan ternama di Indonesia ini.
*Artikel diambil dari Press Release Personal Branding Agency, Indscript Creative

Konsultan Marketing dan Kesuksesan Bisnis

     Menjalankan sebuah bisnis tentulah tidak boleh setengah hati agar hasil yang diperoleh pun dapat maksimal. Menjadi seorang pebisnis juga jangan setengah setengah, jadilah pebisnis sejati.  Pebisnis sejati akan berupaya maksimal dalam menjalankan bisnisnya, memiliki pertimbangan dan perencanaan langkah yang tepat, agar bisnisnya dapat berhasil sesuai dengan harapan awal. 
     “Menjalankan bisnis tidak semata-mata hanya seperti pedagang, yang memproduksi produk dan menjualnya kepada konsumen. Dalam banyak hal, produsen atau pebisnis membutuhkan campur tangan seorang konsultan untuk membuat produknya disukai oleh konsumen dan laku di pasaran,” ujar Veronica Ratna Ningrum, konsultan marketing perempuan yang sudah malang melintang di perusahaan-perusahaan Indonesia.
       Apabila sebagai pebisnis kita dirasa kurang mampu berperan sebagai konsultan marketing pada usaha kita sendiri, hendaklah kita menghire jasa seorang konsultan marketing untuk membantu kita. Dengan bantuan konsultan marketing banyak hal yang bisa kita peroleh dan  kerja kita pun dapat semakin efektif dan efisien. Meski kerjanya dibalik layar, peran seorang konsultan marketing sangat mempengaruhi kesuksesan sebuah bisnis. Konsultan marketing akan mengarahkan kita mulai tahap awal hingga menentukan strategi pemasaran yang tepat bagi produk kita dan tentunya evaluasi atas strateginya tersebut.
      Pada tahap awal produksi barang, konsultan bertindak sebagai pengarah saat menentukan bentuk dan kemasan barang yang diproduksi. Ia akan memberi masukan tentang apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, tipe konsumen, serta segmen pasar berdasarkan hasil riset dan observasi Selanjutnya, pada tahap pemasaran, konsultan akan mendampingi sang produsen atau pemilik bisnis untuk menentukan strategi pemasaran barang. Menentukan strategi pemasaran sangat diperlukan, sebab tanpa itu, produsen akan mengalami hambatan dalam menjual barangnya sekalipun kualitasnya bagus. Konsultan akan mempelajari apa saja celah dan ide yang bisa dimanfaatkan untuk membuat produk tersebut dapat laku keras di pasaran serta tampil sebagai trend. Dan selanjutnya, ia akan merancang strategi pemasaran yang paling tepat.
      Seorang konsultan marketing tidak hanya bertindak sebagai pendamping bagi kliennya. Ia juga menjadi sumber ide tentang bagaimana sebuah bisnis harus dijalankan, produk apa yang dapat dikembangkan lebih lanjut, bagaimana memangkas biaya yang tidak perlu, serta bagaimana membuat konsumen merasa lekat dan loyal terhadap sebuah produk. “Banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika seorang pemilik bisnis memanfaatkan jasa Konsultan Marketing. Mereka tidak perlu harus memikirkan segalanya sendiri, karena ada konsultan yang dapat berperan sebagai partner guna mengembangkan bisnisnya,” ujar Veronica, yang mempercayakan personal brandingnya pada jasa  Personal Branding Agency, Indscript Creative ini.
      Sebagai seorang Konsultan Marketing, Veronica menyadari bahwa perannya sangat vital bagi kesuksesan bisnis kliennya. Untuk itu, dia selalu menyediakan waktu untuk memperdalam ilmu dalam hal Marketing dan Bisnis. Baginya, itu penting dilakukan oleh setiap konsultan, karena dunia marketing sangat dinamis dan sarat perubahan.

Rabu, 01 Mei 2013

Pelanggan adalah Raja



sumber gambar

     Bagi Veronica Ratna Ningrum, womenmarketer Indonesia yang menjadi  klien Personal Branding Agency di Indscript Creative, memahami siapa pelanggan utama bisnisnya, adalah bagian yang tak terpisahkan dari prinsip menjadikan pelanggan sebagai raja. Pameo Pelanggan adalah Raja sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Pelanggan menjadi orang terpenting dalam sebuah bisnis. Maka memahami karakteristik pelanggan utama menjadi salah satu syarat kesuksesan dari sebuah bisnis. Sukses tidaknya sebuah bisnis, sangat tergantung dari cara kita menghadapi pelanggan. Kita perlu sekali untuk memperhatikan kebutuhan pelanggan dan memberikan layanan yang terbaik.
    Dengan memahami karakteristik pelanggan kita dapat menetukan strategi marketing dan memberikan layanan terbaik bagi mereka. Menurut Veronica, ada sejumlah karakteristik pelanggan utama yang perlu diketahui oleh setiap pelaku bisnis, yakni informasi dasar tentang pelanggan seperti siapa mereka, kisaran usia, penghasilan, tempat tinggal dan sebagainya. Database pelanggan menjadi penting untuk ditata rapi dan sistematis sehingga kita tetap dapa berinteraksi dengan baik dan memberikan informasi terkini dari perusahaan kita.
      Hal selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah bidang atau bisnis yang mereka jalankan, termasuk siapa saja klien mereka, dan bagaimana mereka menjalankan bisnis tersebut. Dengan demikian, kita akan tahu layanan jasa atau produk seperti apa yang tepat bagi mereka. Mengetahui pula hal-hal yang mereka sukai. Masing-masing pelanggan memiliki kesukaan atau hobi yang unik. Jika kita memahami apa yang mereka sukai, akan mudah untuk merancang program rewards atau program marketing lainnya guna membentuk loyalitas pelanggan.
sumber gambar
       Bahkan kita harus dapat memahami problem yang mereka hadapi. Setiap pebisnis, termasuk kita, tidak semata-mata menawarkan sebuah produk atau jasa kepada pelanggan. Namun kita juga menawarkan solusi bagi problem yang dihadapi pelanggan. Dengan memahami problem mereka, kita dapat merancang program maupun produk yang lebih tepat.
    Apabila semua karakteristik telah kita jadikan database, maka selanjutnya tinggal menyusun strategi marketingnya. Apabila strategi marketing telah tepat maka bisa dipastikan pelanggan akan menjadi pelanggan setia atau loyal customer. Mereka akan merasa sangat dihargai dan dianggap sebagai raja. Mereka senang, kita pun senang.

Senin, 22 April 2013

Perlukah Seorang Konsultan Marketing?

     Dunia marketing adalah wilayah dinamis yang sangat membutuhkan banyak pemikiran dan strategi. Marketing juga menjadi ujung tombak bagi bergulirnya arus keuangan. Sebuah produk yang berkualitas, tidak akan dapat menjadi uang jika tidak dipasarkan. Untuk itu marketing menjadi laksana napas bagi sebuah usaha. Untuk menghasilkan strategi market yang jitu, terkadang tidak mudah. Lalu perlukah seorang konsultan marketing?
     Sebagaimana telah disebutkan di atas, untuk menciptakan taktik dan teknik di dalam berdagang butuh ide-ide segar dan dinamis. Terkadang seorang pengusaha pandai menciptakan produk yang berkualitas namun kebingungan ketika harus menjual ataupun mendistribusikan produk. Jangan dikira perusahaan yang sudah maju dan mapan tidak perlu lagi seorang konsultan marketing. Fungsi konsultan di sini bukan hanya sekadar memberikan arahan dan masukan mengenai cara memasarkan produk, melainkan dapat membantu merumuskan sebuah solusi masalah, membuat eksekusi cara bertindak, dan masih banyak lagi.
     Dengan adanya konsultan marketing, maka perusahaan dapat terbantu secara pemikiran. Tidak jarang pelaku usaha terjebak dalam hal teknis di lapangan. Padahal strategi yang andal dibutuhkan guna dapat membuat produknya laris manis. Ketika berpikir mengenai kondisi kas perusahaan, kembali seorang pebisnis bertanya, perlukah seorang konsultan marketing? Tentu saja sangat perlu. Sejumlah kecil dana yang dikeluarkan untuk konsultasi, tentu tidak sebanding nilainya dengan omzet yang kemudian berhasil diraup setelah adanya konsultasi mengenai marketing ini. Jadi jika untuk konsultasi dkeluarkan 1 rupiah, hasil yang dicapai dapat lebih dari 100 %. Jadi, apa ruginya?
     Jasa konsultan marketing sudah cukup banyak ditawarkan. Namun perlu dipilih konsultan yang paling tepat bagi usaha kita. Sistem konseling yang unik menjadi salah satu alternatif di dalam memilih konsultan. Veronica Ratna Ningrum, konsultan marketing yang banyak berkecimpung di dunia bisnis kuliner, memberikan cara yang unik namun strategis kepada kliennya. Veronica tidak sekadar memberikan konsep, melainkan juga membantu klien membuat sebuah solusi sekaligus melakukan eksekusi. Untuk itu Veronica banyak dipilih oleh para pelaku usaha sebagai konsultan mereka. Perempuan inspiratif ini memang sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam urusan strategi marketing dalam berbagai usaha. Masukan yang diberikan berdasarkan pengalamannya sangat bernilai emas bagi para pelaku usaha.

Jadi, masihkah Anda bertanya, perlukah seorang konsultan marketing?

Melesatkan Bisnis Melalui Olah Marketing

     Banyak cara yang dilakukan para pelaku bisnis supaya produk yang dimiliki bisa diterima pasar. Strategi marketing adalah hal mendasar yang harus diperhatikan. Inilah yang ditekankan oleh Veronica Ratna Ningrum, seorang womanmarketer.
     Marketing atau pemasaran adalah suatu proses untuk mendekatkan produk yang telah dihasilkan oleh pelaku bisnis ke konsumen. Tujuannya adalah agar produk tersebut dapat dengan mudah diakses oleh konsumen atau dapat digunakan mereka secara tepat untuk memenuhi kebutuhan. Bagian marketing ini memang merupakan bagian yang sangat penting dan krusial dalam bisnis yang dijalankan karena menentukan keberhasilan dari bisnis tersebut.
     Melesatkan bisnis melalui olah marketing ini dapat dilihat dari dua sisi pandang yaitu dari pihak produsen dan juga pihak konsumen. Dari pihak produsen apabila prodaknya barang maka,haruslah memerhatikan beberapa hal, yaitu tempat, kualitas produk, harga, hingga pola promosi.
    Tempat memang harus dipilih tempat yang strategis yaitu tempat yang dapat diakses lebih mudah sehingga konsumen akan lebih mudah untuk mendapatkan produk ini. kualitas produk juga harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Harga pun juga haruslah harga yang dapat dijangkau oleh konsumen serta sesuai dengan manfaatnya, atau harga yang kompetitif dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Jika tidak main di harga yang kompetitif, maka positioning produk harus benar-benar kuat menyasar target pasar. Faktor promosi akan lebih mendekatkan produk yang telah dihasilkan ke konsumen sehingga konsumen akan mengetahui dengan benar bagaimana, apa, manfaat, dan keunggulan produk tersebut.
    Dari pihak konsumen, hal yang harus diperhatikan adalah usaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen tersebut, kenyamanan konsumen terhadap produk yang dihasilkan, hal ini lebih berkaitan pada rasa puas yang dirasakan oleh konsumen setelah menggunakan produk tersebut. Dengan adanya rasa puas ini maka akan timbul perasaan untuk kembali menggunakan produk ini.
    Semua hal ini harus diramu dengan benar dan tepat oleh pihak perusahaan terutama bidang marketing. Inilah nantinya yang akan menjadi salah satu kunci keberhasilan produk. Dan inilah yang dimaksud dengan melesatkan bisnis melalui olah marketing.

Rahasia Melesatkan Bisnis Kuliner

    Bisnis makanan atau kuliner merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Di era modern seperti sekarang ini, tidak sedikit wanita bekerja di luar rumah sehingga kesempatan menyajikan masakan bagi keluarga menjadi lebih terbatas. Di luar itu, banyak perusahaan yang membutuhkan makanan untuk para karyawannya. Lebih luas lagi, tren melakukan aktivitas seperti kumpul komunitas, rapat, kegiatan rekreasi dilakukan di tempat kuliner. Atau dapat dikatakan bahwa kebutuhan akan makan mulai bergeser dari kebutuhan pokok menjadi kebutuhan rekreatif. Ketika bisnis makanan menjad primadona, diperlukan strategi bagaimana me-manage sekaligus membesarkan bisnis kuliner tersebut.
     Berkembangnya bisnis makanan di era dewasa ini membuat persaingan para pelaku bisnis kuliner menjadi semakin sengit. Strategi membidik pasar, menyajikan produk yang unik, serta teknis pemasaran menjadi salah satu hal penting di dalam membuat produk makanannya diburu.
Veronica Ratna Ningrum, seorang konsultan marketing sekaligus pebisnis di bidang kuliner melakukan kombinasi antara bisnis makanan yang menjadi primadona dengan keahliannya dalam mengemas sebuah program marketing yang membuat bisnis kulinernya menjadi berbeda dengan bisnis sejenis lainnya.
     Kesuksesannya dalam membesarkan Vey Katering selama belasan tahun dengan sejumlah klien besar, tidak pernah membuat Veronica pelit ilmu, dia justru kini mengkolaborasikan kesuksesan dan keahliannya untuk membidik pangsa para pelaku usaha bisnis kuliner sebagai konsultan bisnis mereka.
    Veronica memberikan banyak konsep, solusi serta eksekusi mengenai strategi marketing pada bisnis kuliner yang mereka miliki. Menurut Veronica yang memulai usaha sejak tahun 2006 ini, ketika bisnis makanan menjadi primadona, banyaknya pesaing bukanlah sebuah penghalang seorang pengusaha makanan untuk meraih sukses, melainkan justru menjadi pemacu supaya produk yang diciptakan atau disajikan menjadi lebih bernilai, lebih inovatif, serta lebih diburu.
    Pesaing adalah pemicu kesuksesan. Bahkan jika terdapat pesaing yang produknya sama dengan produk yang kita keluarkan, maka diambil sisi positifnya, bahwa produk baru pesaing malah bisa membantu edukasi pasar. Mengenai bagaimana dan produk mana yang dipilih konsumen, merupakan hak dari konsumen itu sendiri.
    Lantas bagaimana cara mendapatkan pasar? Untuk dapat meraih pasar yang bagus, maka cara marketing yang menarik harus tetap diterapkan. Tidak sedikit konsumen yang mencari produk selain dari kualitas, rasa, popularitas, maka lokasi juga sering menjadi pilihan.
Jadi tidak perlu khawatir ketika bisnis makanan menjadi primadona. Sebab STRATEGI kemudian menjadi nomor wahid yang harus dilakukan para pebisnis kuliner selain juga kemampuan berpromosi, rasa, hingga harga yang menarik bagi pasar.

Mengapa Anda Perlu Menghire Seorang Konsultan Marketing?

     Sudah sangat umum rupanya bila sebuah perusahaan menghire jasa seorang akuntan atau pengacara dalam membantu mensolusikan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Namun untuk menghire jasa seorang konsultan marketing masih belum terlalu familiar di perusahaan-perusahaan maupun para pelaku bisnis. Alasannya bisa beragam, mungkin karena mereka telah memiliki staff khusus dibidang marketing atau mungkin pelaku usaha ini belum menyadari benar arti penting strategi marketing sehingga ia menghandlenya sendiri.
        Jasa seorang konsultan marketing sangat diperlukan bagi sebuah perusahaan atau pelaku bisnis karena meski perusahaan telah memiliki tim atau staff khusus di bidang marketing namun belum tentu mereka memiliki pengalaman yang lebih luas dari seorang konsultan marketing yang notabene pasti telah memiliki jam terbang yang tinggi dalam melakukan profesinya dengan berbagai macam klien yang telah mereka bantu. Ide-idenya bisa saja lebih segar dibanding tim marketing internal perusahaan yang selama ini mungkin hanya melihat dari salah satu sudut pandang saja, yaitu perusahaannya. 
        Sedangkan bagi yang menghandle sendiri pekerjaan marketingnya, seorang konsultan marketing tentu bisa lebih membantu sehingga Anda hanya perlu fokus pada kualitas produk Anda sementara kegiatan marketing yang membutuhkan pemikiran-pemikiran strategi bisa dilakukan oleh konsultan marketing yang Anda hire. Tentu ini akan mebuat waktu Anda lebih efektif untuk pengembangan dan menjaga kualitas produk Anda. Konsultan marketing akan memberikan arahan dan masukan mengenai cara memasarkan produk, dapat membantu merumuskan sebuah solusi masalah, membuat eksekusi cara bertindak, dan masih banyak lagi.
          Apabila Anda berpikir bahwa menghire jasa seorang konsultan marketing hanya menghabiskan uang Anda maka perlu dipikirkan lebih jauh berapa yang akan Anda peroleh setelah berkonsultasi pada mereka mengenai bagaimana strategi marketing yang baik untuk melesatkan produk Anda. Ini karena marketing sangatlah penting bagi produk Anda. Produk yang baik dan berkualitas tidak akan dikenal orang tanpa strategi marketing yang jitu.
       Namun demikian anda pun harus teliti memilih jasa konsultan marketing yang cocok bekerjasama dengan Anda, produk dan perusahaan anda. Anda haruslah dapat merasa nyaman ketika bertukar ide atau brainstorming dengan mereka.  Sistem konseling yang unik menjadi salah satu alternatif di dalam memilih konsultan. Anda juga bisa melihat-lihat dulu reputasi mereka dari website maupun browsing di internet mengenai sepak terjang mereka. 
          Salah satu konsultan marketing yang sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya sehingga sering di hire perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yaitu Veronica Ratna Ningrum, melalui Personal Branding Agency, Indscript Creative, namanya semakin dikenal luas di masyarakat Indonesia. Perempuan inspiratif ini akan memberikan cara yang unik namun strategis kepada para kliennya. Tidak hanya sekedar konsep, Veronica Ratna Ningrum pun akan membantu kliennya untuk membuat sebuah solusi sekaligus melakukan eksekusi. Jam terbang dan pengalamannya membuatnya tak diragukan lagi. Masukan yang diberikan berdasarkan pengalamannya sangat bernilai emas bagi para pelaku usaha.
        Dengan menambahkan konsultan pemasaran berkualitas untuk tim Anda, bisnis Anda telah satu langkah lebih dekat untuk mencapai tujuan. Ketika Anda meningkatkan pemasaran Anda, Anda akan mencapai hasil yang lebih baik. Ini untuk kesuksesan masa depan Anda!




Senin, 15 April 2013

Rahasia Sukses Berbisnis Kuliner

     Veronica Ratna Ningrum, seorang klien dari Personal Branding Agency, Indscript Creative akan berbagi rahasia bagaimana bisa melesatkan bisnis kuliner di tengah maraknya persaingan bisnis kuliner di Indonesia belakangan ini. Selain seorang woman marketer, Veronica Ratna Ningrum juga pernah membesarkan bisnis katering bersama seorang kawan. Kini Vey Catering telah memiliki banyak pelanggan dari perusahaan-perusahaan besar. Veronica pun tidak enggan untuk berbagi ilmu pada calon klien-kliennya yang memiliki bidang usaha kuliner.
sumber gambar
     Sebagai mana kita ketahui bersama bahwa kini kuliner/makanan bukan lagi suatu kebutuhan pokok namun telah bergeser menjadi kebutuhan rekreatif. Di media massa pun sering ditayangkan wisata-wisata kuliner yang enak di seluruh Indonesia. Para wanita di jaman ini lebih banyak yang menjadi ibu bekerja sehingga menu makan diluar ataupun katering menjadi pilihan makan sehari-hari. Perusahaan-perusahaan pun membutuhkan supply untuk kegiatannya seperti meeting, gathering atau jamuan untuk tamu perusahaan. Peluang-peluang dalam bisnis kuliner ini begitu besar sehingga kini bisnis kuliner ini bisa diperhitungkan menjadi suatu bisnis yang sangat menjanjikan.
      Tak heran apabila kini bisnis kuliner menjadi primadona, pilihan usaha bagi sebagian besar orang. Namun demikian menurut Veronica Ratna Ningrum, ketika bisnis ini menjadi primadona, maka banyaknya pesaing bukanlah sebuah penghalang seorang pengusaha makanan untuk meraih sukses, melainkan justru menjadi pemacu supaya produk yang diciptakan atau disajikan menjadi lebih bernilai, inovatif serta lebih diburu. Pesaing adalah pemicu kesuksesan. Produk kuliner ini haruslah diberi sentuhan konsep yang cemerlang, solusi serta eksekusi dari strategi marketingnya.
       Kita harus dapat mengambil nilai positifnya, bahwa keanekaragaman produk pesaing justru dapat mengedukasi pasar. Namun demikian pilihan tetap merupakan hak konsumen. Konsumen cerdas akan tahu mana produk berkualitas.  Selain kualitas ada beberapa hal yang juga menjadi bahan pertimbangan konsumen untuk memilih produk diataranya rasa, popularitas bahkan lokasi yang strategis. Jadi jangan ragu untuk memulai berbisnis kuliner. Bahkan ada penjual nasi bungkus yang kini telah sukses, melalui promosi aktif di media internet. Bahkan beliau sering mendapatkan telepon dari perusahaan yang ingin menjadikannya klien untuk tender-tender besar di daerah. Selamat mencoba.



Mengemas Produk dalam Sebuah Strategi Marketing

    Bagi para pelaku usaha, banyak hal yang dapat kita pelajari dari seorang woman marketing Indonesia yaitu Veronica Ratna Ningrum, yang merupakan klien dari Personal Branding Agency milik Indscript Creative. Sebagai seorang konsultan mareketer, Veronica Ratna Ningrum memiliki banyak ide-ide segar yang dapat juga dilakukan oleh marketer lain, tentunya dengan kekhasan masing-masing.
    Dalam marketing ada yang disebut dengan bauran pemasaran (Marketing Mix) yang dikenal dengan 4P yaitu Product, Price, Place, Promotion. Seiring kemajuan jaman Marketing Mix bertambah menjadi 8Ps yaitu Product elements, Place, cyberspace, and time, Promotion and education, Price and other user outlays, Process, Productivity and quality, People, and Physical evidence. Menurut Veronica Ratna Ningrum, kita harus menentukan dulu ide produknya, maka bersamaan dengan itu akan ada cara untuk mengemasnya dalam sebuah strategi marketing. 
      Sebagai pelaku usaha, baik sebagai produsen maupun sebagai seller kita memang harus mengenal betul apa dan bagaimana produk yang kita ingin kenalkan kepada pasar. Untuk itu sebelumnya kita harus melakukan riset mengenai apa yang menjadi kebutuhan pasar sehingga kita bisa dengan tepat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Hal ini menjadi penting untuk menentukan langkah selanjutnya dalam strategi marketing.      
Sumber Gambar
   Setelah informasi tentang produk kita ketahui selanjutnya adalah memberikan sentuhan pada produk tersebut agar memiliki nilai plus di mata konsumen. Bisa jadi produk kita sudah banyak di pasaran,  untuk itu kita perlu memberinya sesuatu yang berbeda dari produk sejenisnya. Hal ini dapat membuat konsumen tertarik pada produk kita dan beralih ke produk kita.
      Saat produk kita telah menjadi produk yang spesial, maka yang perlu kita lakukan adalah menjaga kualitasnya secara terus menerus. Jangan sampai kepercayaan konsumen pada produk kita menjadi berkurang karena kelalaian kita dalam quality control. Kita juga bisa terus melakukan inovasi dan memberi nilai-nilai tambah lagi pada produk kita agar konsumen semakin loyal pada produk kita. 
      Setelah tiga hal penting tersebut kita lakukan, maka kita bisa meraih sukses atas apa yang telah kita usahakan pada produk kita. Kita telah mengemasnya dalam sebuah strategi marketing sehingga diharapkan produk kita akan menjadi pioneer bagi produk-produk sejenis.

Jumat, 12 April 2013

Olah Marketing Perlu Agar Bisnis Melesat

       Marketing atau pemasaran adalah suatu proses untuk mendekatkan produk yang telah dihasilkan oleh pelaku bisnis ke konsumen. Tujuannya adalah agar produk tersebut dapat dengan mudah diakses oleh konsumen atau dapat digunakan mereka secara tepat untuk memenuhi kebutuhan. Bagian marketing ini memang merupakan bagian yang sangat penting dan krusial dalam bisnis yang dijalankan karena menentukan keberhasilan dari bisnis tersebut. Marketing merupakan garda terdepan untuk kelangsungan hidup sebuah usaha.
       Marketing juga berbeda dengan sales. Namun sales adalah bagian dari salah satu teknik marketing. Seorang marketer harus lihai dalam menyusun sebuah strategi marketing agar produk yang dimiliki bisa diterima oleh pasar dengan baik. Sebagai seorang womenmarketer, Veronica Ratna Ningrum, yang juga merupakan salah satu klien Personal Branding Agency, Indscript Creative, menekankan akan pentingnya olah marketing untuk melesatkan sebuah bisnis. Olah marketing disini dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari pihak produsen dan juga dari pihak konsumen. Dari pihak produsen haruslah memperhatikan beberapa hal, yaitu tempat, kualitas produk, harga, hingga pola promosi. Tempat haruslah strategis yaitu yang mudah diakses konsumen, kwalitas harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen, harga harus terjangkau oleh konsumen dan sesuai dengan manfaatnya, juga pola promosi haruslah dapat lebih mendekatkan konsumen pada produk sehingga konsumen pasti apa manfaat dan keunggulan produk tersebut dibanding produk lain yang sejenis.
     Dari pihak konsumen, hal yang harus diperhatikan adalah usaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen tersebut, kenyamanan konsumen terhadap produk yang dihasilkan, hal ini lebih berkaitan pada rasa puas yang dirasakan oleh konsumen setelah menggunakan produk tersebut. Dengan adanya rasa puas ini maka akan timbul perasaan untuk kembali menggunakan produk ini. Semua hal ini harus diramu dan diolah dengan benar dan tepat oleh pihak perusahaan terutama bidang marketing. Olahan inilah nantinya yang akan menjadi salah satu kunci keberhasilan produk

Jumat, 05 April 2013

Sukses Bisnis Kuliner di Tengah Ketatnya Persaingan

    Makanan kini telah bergeser dari yang awalnya merupakan kebutuhan pokok kini menjadi kebutuhan rekreasional. Wisata kuliner biasa kita menyebutnya. Tak heran kini menjamurlah aneka bisnis kuliner dimana pun tempatnya. Bisnis kuliner bisa dikatakan telah menjadi primadona. Target pasarnya pun luas, mulai dari rumah tangga yang suami istri bekerja sehingga tidak sempat untuk memasak sendiri, katering para karyawan, atau juga kebutuhan konsumsi saat diadakan meeting kantor bahkan prestise untuk berwisata kuliner bagi kebanyakan orang pada era gadget sekarang ini.
     Bagi para pelaku usaha sendiri hal ini merupakan angin segar untuk memulai usaha dibidang kuliner. Meski jelas terlihat bahwa akan banyak terjadi persaingan yang ketat namun bagi orang-orang yang berpikir positif justru akan menganggap itu sebagai sebuah tantangan untuk terus mengembangkan kreatifitasnya.
       Veronica Ratna Ningrum, seorang konsultan marketing yang menjadi klien dari Personal Branding Agency, Indscript Creative, sudah berkecimpung dibisnis ini belasan tahun yang lalu. Ia telah membesarkan nama Vey Catering hingga memiliki klien-klien besar. Berbekal pengalamannya tersebut ia pun bersedia berbagi ilmu pada para pengusaha di bidang kuliner ini dan berupaya menjadikan mereka klien konsultan marketingnya. Veronica Ratna Ningrum akan membantu mereka untuk bisa sukses di bisnis kuliner.
       Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membuka bisnis kuliner yaitu strategi membidik pasar, menyajikan produk yang unik, serta teknis pemasaran. Hal tersebut menjadi salah satu hal penting di dalam membuat produk makanannya diburu. Untuk dapat meraih pasar yang bagus, maka cara marketing yang menarik harus tetap diterapkan. Tidak sedikit konsumen yang mencari produk selain dari kualitas, rasa, popularitas, maka lokasi juga sering menjadi pilihan. Strategi menjadi hal penting yang harus dilakukan pebisnis kuliner selain juga kemampuan berpromosi, rasa, hingga harga yang menarik pasar.
      Jadi jangan khawatir dengan ketatnya persaingan dibidang bisnis kuliner, karena kita bisa mengatur strategi agar menjadi sesuatu yang berbeda dibanding yang lain. Kesuksesan pun akan mudah diraih.




Selasa, 02 April 2013

3 Panduan Mengemas Ide dan Kreativitas Marketing

      Seperti halnya saat mengemas sebuah hadiah atau sajian, kita pun perlu mengemas cara marketing produk agar menarik perhatian konsumen. Sebab bagaimanapun, penampilan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap nilai jual. Sebuah produk yang bagus namun tanpa disertai strategi marketing yang tepat maka produk tersebut tidak akan menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. Sebaliknya, terkadang produk yang sebenarnya biasa, namun dikemas dengan baik, bisa membuat pelanggan jatuh cinta.
        Namun, dalam dunia bisnis, kebanyakan yang terjadi kerapkali si pebisnis membuka bisnis yang dia tidak tahu bisnis yang diageluti. Sehingga kerapkali bisnis gagal untuk eksis atau mampu berkembang dengan baik. Sedangkan bisnis yang berhasil adalah produknya memiliki ‘sesuatu’ dibandingkan produk yang lain, selain juga memenuhi kebutuhan dari customer. Pada akhirnya dalam dunia bisnis, orang yang bisa berhasil di dunia bisnis adalah pebisnis yang dapat mencetuskan ide seperti produk yang mampu menjadi pioneer dibandingkan bisnis yang dibuka hanya untuk ikut-ikutan.
       Terkait dengan eksisting bisnis yang dimulai dari keunggulan produk yang dimiliki, maka setelah itu strategi marketing bisa dicanangkan. Seperti misalnya bagaimana menggarap customer hingga menyakinkan customer untuk membeli. Nah, Ide dan kreativitas sangat diperlukan dalam hal ini. Seorang marketer biasanya jeli menemukan ide menarik untuk dijadikan landasan dalam memasarkan produk kliennya. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, ide bisa tampil sangat menarik.

Berikut ini tiga panduan sederhana untuk membantu Anda mengemas ide dan kreativitas untuk memasarkan produk Anda ataupun produk milik klien Anda:
  1. Mengetahui dengan tepat apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Pengetahuan ini dibutuhkan sebab akan menentukan hal apa yang akan dilakukan. Hal ini bisa dilakukan melalui riset pasar sendiri, atau melalui lembaga khusus riset bisnis. Ketika informasi sudah dirasa cukup, maka hasil riset tersebut dianalisa dan digunakan untuk menentukan strategi marketing.
  2. Mengemas produk menjadi spesial. Spesial adalah menjadikannya berbeda dengan yang lain atau memiliki keistimewaan dibandingkan dengan produk lainnya. Carilah celah yang bisa dikembangkan berdasarkan hasil observasi produk serupa di pasaran. Dengan demikian, produk tersebut akan dapat tampil lain dari yang lain, dan memberikan nilai tambah bagi produk tersebut.
  3. Menjaga kualitas dari produk. Bagian ini juga merupakan aspek yang penting bagi sebuah produk. Jangan sampai loyalitas konsumen yang sudah terbangun kepada sebuah produk, menjadi hilang karena kualitasnya menurun. Usaha untuk menjaga kualitas produk harus terus dilakukan oleh perusahaan, dengan cara melakukan inovasi dan menambah nilai manfaat dari produk tersebut.
Itulah tiga panduan mengemas ide dan kreativitas untuk marketing. Semoga bermanfaat!
Tentukan ide produknya, bersamaan dengan itu akan ada cara untuk mengemasnya dalam sebuah strategi marketing.
                    (Veronica Ratna Ningrum)

Jumat, 29 Maret 2013

Mengemas Ide dan Kreativitas Marketing ala Veronica



            Dalam menjual suatu produk tidak bisa dipungkiri bahwa penampilan atau kemasan dapat menjadi faktor yang berpengaruh pada nilai jual. Kemasan yang menarik akan lebih mudah dalam menarik perhatian konsumen. Setiap produk sangat perlu memperhatikan strategi marketing ini. Sebab sebuah produk yang paling bagus sekalipun bila tidak dikemas dengan baik akan kurang menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan, namun produk yang sebenarnya biasa-biasa saja bila yang dikemas dengan baik, akan mudah membuat pelanggan tertarik sehingga keuntungan pun mudah diperoleh.
            Produk yang memiliki keunikan dibanding produk sejenis pastilah mampu mendapatkan tempat tersendiri di hati pelanggannya. Sehingga dalam dunia bisnis seringkali yang berhasil adalah yang dapat mencetuskan ide-ide yang mampu menjadi pioneer daripada yang sekedar ikut-ikutan saja. Untuk itu agar seorang pebisnis haruslah mengenal betul bisnis yang digelutinya agar dapat diciptakanlah keunggulan produknya dibanding produk lainnya.
            Saat keunggulan produk sudah dimiliki maka selanjutnya bisa diterapkanlah strategi marketing yang mampu meyakinkan calon customer memutuskan untuk membeli. Hal ini membutuhkan ide dan kreativitas yang menarik dan unik. Seorang marketer biasanya sangat jeli dalam memberikan sentuhan kreativitas ini. Veronica Ratna Ningrum yang telah berpengalaman memberikan sentuhan midasnya pada produk kliennya ingin memberikan beberapa panduan dalam mengemas ide dan kreativitas untuk memasarkan produk, diantaranya :
1.      Mengetahui dengan tepat apa yang dibutuhkan oleh konsumen agar bisa digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya. Hal ini bisa dilakukan melalui riset pasar sendiri, atau melalui lembaga khusus riset bisnis. Ketika informasi sudah dirasa cukup, maka hasil riset tersebut dianalisa dan digunakan untuk menentukan strategi marketing.
2.      Mengemas produk menjadi spesial, yaitu menjadikannya berbeda dengan yang lain atau memiliki keistimewaan dibandingkan dengan produk lainnya. Sehingga produk tersebut akan dapat tampil lain dari yang lain, dan memberikan nilai tambah bagi produk tersebut.
3.      Menjaga kualitas dari produk. Bagian ini juga merupakan aspek yang penting bagi sebuah produk. Jangan sampai loyalitas konsumen yang sudah terbangun kepada sebuah produk, menjadi hilang karena kualitasnya menurun. Usaha untuk menjaga kualitas produk harus terus dilakukan oleh perusahaan, dengan cara melakukan inovasi dan menambah nilai manfaat dari produk tersebut.
            Hal ini serupa juga dengan apa yang telah dilakukan Indscript Creative melalui program Personal Brandingnya. Melalui Personal Branding Agency ini seorang marketer sehandal Veronica RatnaNingrum, yang notabene sudah berkwalitas, dikemas lebih menarik lagi agar dapat dikenal luas oleh para pebisnis di seluruh Indonesia bahkan dunia.